Mengenal genteng seng spandek

Hunian rumah akan dibangun dengan berbagai macam desain dan konstruksinya, salah satu konstruksi rumah yang wajib ada adalah adanya atap seng spandek rumah. Tanpa adanya atap rumah tentu bangunan tersebut tidak dapat disebut sebagai rumah. Atap berfungsi sebagai pelindung rumah dan isinya baik dari sinar matahari, hujan atau berbagai bentuk gangguan dari luar.

Kebanyakan rumah dibuat dari tanah liat, karena merupakan bahan yang paling mudah ditemukan dan memiliki harga yang relatif murah dibanding genteng lain. Hanya saja jenis genteng tanah liat ini rawan retak jika tertimpa suatu benda asing sehingga dapat menimbulkan kebocoran ke dalam rumah. Selain itu genteng tanah liat mudah berjamur dan berlumut, sehingga sangat berbahaya jika sewaktu-waktu diperlukan suatu pengerjaan di atap rumah karena dapat menyebabkan orang tergelincir.

Melihat adanya kelemahan-kelemahan tersebut, beberapa orang mulai melirik atap spandek sebagai alternatif pengganti atap genteng dari tanah liat. Atap spandek dibuat dari pencampuran bahan aluminium dengan seng. Komposisi rasio yang digunakan untuk membuat atap spandek adalah sekitar 55% aluminium, 43% seng serta sisanya menggunakan bahan dari silikon sebagai bahan penyambungnya.

Dapat dilihat dengan komposisi tersebut bahwa atap spandek akan memiliki sifat kokoh, awet dan mudah dibentuk. Hal ini membuat atap spandek menjadi mudah dipasang pada konstruksi atap sebuah bangunan. Jika terjadi angin besar pun atap spandek cenderung lebih aman karena resiko ambruknya lebih kecil dibanding atap-atap lain. Berkebalikan dengan atap tanah liat, atap seng spandek tidak mudah retak walaupun memiliki ketebalan rata-rata 0,3-0,5 mm yang tergolong tipis, namun karena terbuat dari bahan-bahan kimia berkualitas sehingga atap spandek lebih lentur dan tidak mudah rusak.

Selain itu atap spandek juga bersifat anti rayap dan serangga, karena bahannya terbuat dari bahan kimia sehingga jenis-jenis serangga yang mengganggu tidak akan suka bersarang pada atap spandek. Keunggulan tersebut juga diikuti dengan banyaknya pilihan warna yang ditawarkan oleh atap spandek. Permukaan atap spandek lebih mudah diwarnai dibanding jenis atap lain. Dengan penggunaan normal dan perawatan yang wajar, jenis atap spandek dapat bertahan hingga 20 tahun lamanya. Hal ini karena bahan dasar aluminium dan seng yang membuatnya tahan lama dan kokoh.

Dibandingkan genteng tanah liat, bobot genteng spandek terbilang lebih ringan dibanding genteng tanah liat. Sehingga membuatnya mudah dipasang. Selain itu bobotnya yang ringan membuat genteng spandek cocok untuk dipasang di area yang sering dilewati angin kencang. Sehingga tidak membebani konstruksi bangunan yang dapat menyebabkan atap ambruk. Proses perbaikan dan penggantian jika terjadi kerusakan pun mudah, tidak perlu melakukan pembongkaran secara keseluruhan, cukup membongkar bagian yang rusak saja.

0 Comments
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

← Prev Post Back to Blog Next Post →