Tantangan Menggunakan Peralatan Dapur Horeca di Rumah

Beberapa orang melihat peralatan dapur Horeca (hotel, restaurant, catering) yang dimiliki di rumah sebagai simbol status, terutama untuk oven dan kulkas khusus Horeca. Di Amerika Serikat misalnya, oven profesional yang mengkilap atau bertampilan matte dipajang seperti karya seni di tengah dapur. Rak kulkas dengan kaca transparan yang digunakan di rumah memamerkan makanan minuman yang dibelanjakan. Teko-teko berbagai macam ukuran yang mengkilap dipajang rapi di atas rak. Panci, frying pan, dan alat-alat masak lainnya tergantung dengan rapi di tembok. Tentu memiliki peralatan dapur yang lengkap bagai peralatan masak di hotel, restoran, atau katering bisa menjadi impian bagi sebagian orang. Di Indonesia, peralatan masak seperti ini mulai dilirik setelah munculnya berbagai home industry di bidang makanan dan minuman.

Tentu perlengkapan seperti itu tidak cocok bagi semua orang. Ahli dari berbagai industri, seperti arsitek misalnya, menjelaskan bahwa jika keluarga tersebut tidak memasak terlalu sering, mungkin harus dipikir dua kali sebelum membeli peralatan dapur Horeca. Rupanya di AS, mulai banyak pemilik rumah yang meminta rancangan untuk memuat peralatan masak profesional tersebut dan itu membuat pusing para arsitek. Tak hanya soal rancangan bangunan rumah, tapi menggunakan peralatan masak profesional tersebut bisa sangat memboroskan energi. Gambaran sederhananya, 1 restoran bisa menghabiskan energi sebesar 6 rumah dalam hal masak-memasak. Ini jelas karena alat masak restoran, hotel, dan catering didesain dan diuji untuk keperluan komersial dan tidak dirancang untuk digunakan di rumah.

Ventilasi yang baik sangat penting dalam memikirkan kemungkinan memasang peralatan masak komersial di rumah. Karena kompor komersial menghasilkan panas yang sangat besar, perlu ada ventilasi tipe khusus dengan kipas angin exhaust dan saringan minyak yang baik. Padahal, sistem ventilasi seperti itu tidak mudah dan murah untuk dipasang, apalagi di rumah atau apartemen yang sempit. Ini menyebabkan biaya yang perlu dikeluarkan untuk menggunakan peralatan masak besar tersebut meningkat berkali-kali lipat.

Belum lagi yang sering lupa diperhitungkan adalah berat dari perlengkapan masak profesional tersebut. Bisa dibayangkan, betapa terbatasnya lokasi yang bisa digunakan untuk memasang peralatan-peralatan tersebut. Bisa dibayangkan, pada waktu instalasinya bisa memerlukan biaya pemasangan yang lebih besar daripada biasanya.

Tapi, seiring berkembangnya semangat wirausaha di Indonesia, industri rumahan yang memproduksi makanan dalam jumlah besar juga semakin meningkat. Dengan demikian, kebutuhan akan peralatan masak Horeca di dalam rumah juga berkembang. Lagi-lagi, ini persoalan investasi dalam bisnis. Tentu proses pengerjaan makanan atau minuman bisa lebih efisien menggunakan peralatan-peralatan ini. Tapi seperti apa yang sudah diuraikan di tulisan ini, kemungkinannya harus diperhitungkan. Sebagai pemilik rumah dan pemilik usaha, tentu harus mempersiapkan kemungkinan-kemungkinan pembengkakan biaya yang tidak terduga dalam penggunaan peralatan dapur Horeca. Oleh karena itu, carilah supplier Horeca yang terpercaya yang mampu menyuplai peralatan Horeca sesuai dengan kebutuhan Anda beserta perawatan yang tepat.

0 Comments
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

← Prev Post Back to Blog Next Post →